Blog

Step by Step Belajar Membuat Toko Online bagian 1

Jika ada yang bercita-cita untuk bebas finansial, tapi dalam keadaan Buta Finansial, siap-siaplah jadi orang sial…

Ditipu mulu, rugi mulu, bangkrut mulu, cuapek dech… :sob:

Saya dulu begitu. Dari 15 bisnis yang pernah Saya buk, 10 diantaranya dinyatakan almarhum, alias bangkrut. Wassalam… :sweat:
Salah satunya, ketika kita terus menerus mengejar omset penjualan dan keuntungan tanpa memperhatikan hal lainnya… Duh, bego amat yak! ^_^

Saya berani mengatakan demikian karena faktanya memang demikian.

Tidak jarang pengusaha yang curhat ke Saya tentang profitnya yang besar, tapi bisnisnya di ambang kebangkrutan.

Wajar saja, karena ada mindset yang salah tertanam dalam pikiran si ownernya.

Semoga Anda enggak begitu ya…

Meski tujuan utama berbisnis adalah mengejar profit, tapi kalau melupakan hal lain, ibarat dalam sepak bola bermain menyerang tapi melupakan pertahanan. Belum tentu bisa mencetak gol, tapi pertahanannya dibuka lebar. Bisa-bisa lebih banyak kemasukan gol daripada mencetak gol, karena berapapun gol yang dicetak jika lawan mencetak lebih banyak gol berarti akan tetap kalah. Wafat…

Begitu juga dalam bisnis, jika kita dipilihkan dengan dua pilihan mana yang lebih penting antara profit dan cashflow, maka jawabannya adalah CASFHLOW…

Anda boleh catat & ingat.

“Cashflow lancar, profit tinggal mengikuti. Sebaliknya, profit lancar, cashflow belum tentu mengikuti”
Bisa jadi kita salah memutuskan dan kemudian menggunakan profitnya untuk sesuatu yang tidak penting, sehingga pengeluaran membengkak dan profit malah habis…

Jadi profit memang penting karena itulah tujuan bisnis. Akan tetapi cashflow yang lancar jauh lebih penting.

Stabilkan terlebih dulu cashflow pada bisnis Anda, terpenting Anda harus sanggup membayar semua pengeluaran rutin dan momental, semua kewajiban Anda, termasuk angsuran utang, pembayaran gaji, biaya operasional, pembelian bahan baku, tagihan listrik, pulsa, dan lain sebagainya harus bisa dibayar setiap bulannya.

Akan tetapi tetap kendalikan semua pengeluaran utang-utang dan lain sebagainya. Kemudian total semua pengeluaran itu harus lebih kecil dari pendapatan. Jika itu bisa dilakukan, berarti cashflow cukup lancar jika setiap bulan semua itu sudah stabil dan Anda sanggup memenuhi semua kewajiban, itulah saatnya Anda baru benar-benar mengejar profit. Kalau cashflow saja berantakan dan tidak menentu, bagaimana mau merancang strategi yang menguntungkan…

“Profit is King, Cash is Queen”
Ya. Jika profit adalah rajanya, maka cash adalah ratunya. Seorang ratu masih bisa hidup tanpa raja, tapi seorang raja tidak bisa hidup tanpa ratu. Begitulah prinsipnya…
Artinya: Kalau Cash ada, Profit nggak ada, bisnis Anda masih bisa jalan. Tapi kalau Profit ada, Cash nggak ada, bisnis Anda mati….

Apa bedanya profit dan cash?

– Profit itu teori, Cash itu nyata
– Profit itu di atas kertas, Cash itu di dalam rekening
– Profit itu di laporan keuangan, Cash itu di kantong kita
– Profit itu nggak bisa dipakai, Cash itu bisa dipakai

Kita bayar gaji karyawan bukan dengan profit, tapi dengan cash. Kita bayar listrik, telepon, dan sewa tempat bukan dengan profit, tapi dengan cash.

Sekarang sudah tahu kan apa bedanya profit dan cash?

Alhamdulillah… ^_^

edited

Karena di lapangan….

Banyak pengusaha yang masih bingung membedakan mana profit mana cash. Seringkali mereka menganggap bahwa profit itu sama dengan cash, PROFIT = CASH. Padahal belum tentu.

Jika Anda mendapatkan profit yang banyak, cash Anda belum tentu banyak. Karena bisa jadi dalam proses transaksinya orang-orang berhutang kepada Anda, sehingga tidak tampak uangnya dalam bentuk cash. Atau mungkin, setiap kali Anda mendapatkan cash, Anda terlalu cepat berinvestasi dalam bentuk alat-alat dan properti, sehingga nilai uangnya tak terlihat dalam bentuk cash.
Jika marketing itu kehidupan maka cashflow itu adalah “darah” yang membuat bisnis itu sehat atau tidak. Karena itu dia harus positif, positif berarti sehat. Maka jika cashflow negatif dan bisnis masih bisa berjalan, artinya ada yang masih memberi hutang kepada bisnis itu.
edited
Cash adalah bottom line sebuah bisnis, bukan profit. Menguasai cashflow artinya kita paham apa yang harus kita jaga dalam cashflow, kita paham apa yang harus dikendalikan dalam cashflow…

Fokuslah pada cash yang Anda miliki. Ketika angka omset tinggi, belum menjadi ukuran semua angka itu bisa digunakan. Kalo cashnya tinggi baru patut lega, karena itu yang Anda gunakan, dan itulah ukuran keberhasilan bisnis Anda.

Simpulannya, Anda berbisnis sebenarnya bukan mengejar omset, bukan pula mengejar profit, tapi mengejar cash (dan berkah tentunya)

Jadi…

Ketika Anda mendapatkan Omset, pastikan ada Profitnya…

Ketika Anda mendapatkan Profit, pastikan ada Cashnya…

 

Wah, memang rada njlimet kalau menjelaskan soal finansial dalam bisnis. Tapi ini penting! Karena pengusaha sejati kudu ngerti ilmu beginian..
edited
Udah dulu ya, semoga bermanfaat.
Dewa Eka Prayoga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 087870201037 Invite Pin BBM kami : 5C648CAA